Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan penyaluran bantuan beras dan minyak goreng kepada 33.244.408 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan terealisasi sebelum Lebaran 2026. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Dilansir dari Antara News, Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menyampaikan bahwa anggaran bantuan pangan telah dicairkan oleh Kementerian Keuangan. Saat ini, pemerintah tengah melakukan konsolidasi dan verifikasi data penerima agar bantuan tepat sasaran.
“Dipastikan sebelum Lebaran sudah terdistribusi,” ujar Sarwo.
Verifikasi Data KPM untuk Pastikan Tepat Sasaran
Meski secara administratif jumlah penerima telah ditetapkan sebanyak 33,2 juta KPM, pemerintah tetap melakukan verifikasi lapangan. Langkah ini diperlukan karena kondisi sosial ekonomi masyarakat bisa berubah, sehingga data penerima harus diperbarui agar tidak terjadi kesalahan distribusi. Baca juga: Pemkab Belitung Timur Siapkan Subsidi Minyak Goreng untuk UMKM Bapanas menegaskan bahwa penerima yang sudah tidak memenuhi kriteria akan digantikan dengan masyarakat yang lebih berhak menerima bantuan.Bulog Ditugaskan Salurkan Bantuan Pangan
Untuk mempercepat realisasi program, Bapanas telah menerbitkan surat penugasan kepada Perum Bulog pada pertengahan Februari 2026. Penyaluran bantuan beras dan minyak goreng direncanakan mulai awal Maret setelah proses verifikasi data selesai. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan distribusi bantuan pangan akan segera dipercepat guna membantu meringankan beban ekonomi masyarakat selama Ramadan 1447 Hijriah.Anggaran Sudah Disiapkan
Program bantuan pangan nasional ini membutuhkan total anggaran sebesar Rp11,92 triliun untuk 33,2 juta penerima di seluruh Indonesia. Setiap KPM akan menerima:- 10 kilogram beras
- 2 liter minyak goreng