Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) berencana memberikan subsidi minyak goreng bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kebijakan ini disiapkan untuk membantu pedagang menjaga kualitas makanan yang dijual sekaligus melindungi kesehatan masyarakat.
Dilansir dari situs RRI, Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, mengatakan harga minyak goreng yang tinggi sering membuat pedagang terpaksa menggunakan minyak secara berulang hingga berubah warna menjadi hitam. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi konsumen.
“Banyak pedagang menggunakan minyak goreng berkali-kali karena harga yang mahal. Untuk membantu menekan biaya produksi sekaligus menjaga kualitas makanan, pemerintah daerah berencana menyalurkan subsidi minyak goreng kepada pelaku UMKM,” ujar Kamarudin pada Rabu (11/3/2026).
Ia menambahkan, sebelumnya pemerintah daerah telah meminta dinas terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan bahan pangan oleh pedagang, termasuk pemakaian minyak goreng dalam proses produksi makanan.
Kamarudin juga menilai Belitung Timur memiliki potensi untuk mendukung ketersediaan minyak goreng karena daerah tersebut memiliki banyak perusahaan kelapa sawit yang beroperasi.
Sementara itu, Masri, seorang penjual keripik sukun di Manggar, mengakui bahwa tingginya harga minyak goreng cukup memengaruhi biaya produksi pedagang kecil. Dalam sehari, ia bisa menggunakan beberapa liter minyak goreng untuk menggoreng berbagai jenis keripik.
“Kalau harga minyak mahal, biasanya kami terpaksa memakai minyak lebih dari sekali supaya biaya produksi tidak terlalu tinggi. Kalau ada subsidi dari pemerintah, tentu sangat membantu pedagang kecil seperti kami,” katanya.
Masri berharap rencana subsidi minyak goreng dari Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dapat segera direalisasikan. Dengan adanya bantuan tersebut, para pelaku UMKM diharapkan tetap mampu menjaga kualitas makanan tanpa terbebani oleh mahalnya harga minyak goreng.