Palm Oil Today

Saham CPO Menguat Jelang Ramadan, Permintaan Minyak Goreng Cenderung Positif

21 Feb 2026

Saham CPO Menguat Jelang Ramadan, Permintaan Minyak Goreng Cenderung Positif
Menjelang Ramadan 2026, saham sektor kelapa sawit di Bursa Efek Indonesia menunjukkan pergerakan positif. Lonjakan kebutuhan minyak goreng di dalam negeri menjadi salah satu faktor utama yang mendorong optimisme pasar terhadap emiten berbasis crude palm oil (CPO). Dilansir dari Bisnis Indonesia, data perdagangan di Bursa Efek Indonesia menunjukkan sejumlah saham sawit mencatat kenaikan signifikan. Penguatan terbesar dipimpin oleh saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk. (NSSS) yang melonjak lebih dari 20% ke level Rp1.045 per saham. Kinerja ini diikuti oleh PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) yang turut menguat lebih dari 10% ke Rp146. Baca juga: Harga TBS Sawit Kalimantan Barat Periode II Februari 2026 Alami Peningkatan Sejumlah emiten sawit berkapitalisasi besar juga mencatat pergerakan positif. Saham PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) naik ke Rp7.600 per saham. Sementara itu, PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) masing-masing mencatat kenaikan tipis, menandakan sentimen sektor tetap stabil di tengah meningkatnya konsumsi domestik. Penguatan juga terlihat pada saham milik grup besar, termasuk PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) yang bergerak naik. Selain itu, PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) juga mencatat kenaikan yang cukup solid, memperlihatkan minat investor yang tetap tinggi terhadap sektor perkebunan sawit. Tidak hanya itu, saham PT Cisadane Sawit Raya Tbk. (CSRA), PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR), serta PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. (UNSP) turut mencatat penguatan, meskipun dalam rentang yang lebih moderat.

saham CPO

Namun demikian, tidak semua saham sawit bergerak naik. Beberapa emiten justru mengalami koreksi, di antaranya PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS), PT Prime Agri Resources Tbk. (SGRO), PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN), dan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT). Koreksi ini mencerminkan dinamika pasar yang tetap selektif terhadap kinerja fundamental masing-masing perusahaan. Dari sisi fundamental, dukungan terhadap sektor sawit juga datang dari kebijakan harga komoditas. Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menetapkan Harga Referensi CPO periode 1–28 Februari 2026 sebesar US$918,47 per metrik ton. Angka ini meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Baca juga: B40 Dorong Transisi Energi Domestik, Sawit Jadi Penopang Neraca Perdagangan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Tommy Andana, menjelaskan bahwa kenaikan harga referensi dipicu oleh peningkatan permintaan global menjelang perayaan Imlek dan Ramadan, sementara produksi tidak mengalami kenaikan signifikan. Kondisi tersebut menciptakan tekanan pasokan yang berujung pada penguatan harga. Secara keseluruhan, momentum Ramadan kembali menjadi katalis musiman bagi sektor minyak goreng dan industri sawit. Jika tren permintaan domestik terus meningkat dan harga CPO global tetap stabil, saham-saham perkebunan berpotensi mempertahankan kinerja positif dalam beberapa waktu ke depan.