Palm Oil Today

Perkuat ISPO, Sawit Indonesia Tetap Kompetitif Global

07 Mar 2026

Perkuat ISPO, Sawit Indonesia Tetap Kompetitif Global
Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat standar keberlanjutan industri kelapa sawit melalui penguatan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Langkah ini dilakukan untuk memastikan komoditas sawit Indonesia tetap kompetitif dan diterima di pasar global yang semakin menuntut praktik produksi berkelanjutan. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa sektor kelapa sawit merupakan salah satu kekuatan utama perekonomian nasional. Oleh karena itu, pengelolaan industri sawit harus dilakukan secara lebih kuat, transparan, dan berkelanjutan agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Baca juga: Rebranding Minyak Sawit: CPO Diusulkan Jadi DPMO Menurut Amran, pemerintah juga mendorong hilirisasi industri sawit agar Indonesia tidak hanya bergantung pada ekspor bahan mentah. Pengembangan produk turunan dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat struktur industri dalam negeri. Di sisi lain, Plt Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat menyampaikan bahwa kelapa sawit Indonesia memiliki keunggulan dari sisi produktivitas dan efisiensi lahan dibandingkan komoditas minyak nabati lainnya. Dengan luas perkebunan mencapai sekitar 16,83 juta hektare dan proyeksi produksi crude palm oil (CPO) pada 2025 sebesar 48,12 juta ton, Indonesia tetap menjadi produsen sawit terbesar di dunia. Melansir dari Majalah Sawit Indonesia, selain menyumbang devisa negara, sektor sawit juga memiliki peran penting dalam penyerapan tenaga kerja. Saat ini industri sawit menopang lebih dari 16 juta lapangan pekerjaan, termasuk sekitar 5,2 juta pekebun rakyat yang bergantung pada sektor ini. Baca juga: Produksi Minyak Sawit Indonesia Diprediksi Drop 6% Pemerintah pun terus memperkuat dukungan bagi para pekebun melalui berbagai program, seperti peremajaan sawit rakyat, penyediaan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pengembangan riset untuk meningkatkan produktivitas yang tetap sejalan dengan prinsip keberlanjutan. Dengan penguatan standar ISPO serta pengembangan industri hilir di dalam negeri, pemerintah optimistis posisi kelapa sawit Indonesia akan semakin kuat sebagai pilar ekonomi nasional sekaligus penyokong kebutuhan pangan dan energi global.