
JAKARTA. Gabungan Pengusaha Kelapa
sawit Indonesia (Gapki) tengah melirik peluang untuk melebarkan sayap usaha ke Negara Republik Demokratik (RD) Kongo. Sebab, negara yang terletak di jantung Benua Afrika ini merupakan salah satu tujuan ekspor produk minyak kelapa
sawit Indonesia yang cukup besar. Pengembangan investasi ke Kongo, terutama dalam pembangunan pabrik pemurnian atau refinery minyak
sawit mentah atau crude
palm oil (CPO).
Direktur Eksekutif
Gapki Mukti Sardjono mengatakan, pengembangan industri kelapa
sawit Indonesia ke Kongo dapat memberikan kontribusi positif pada kebutuhan minyak nabati di pasar global. "Saat ini, kita mengekspor minyak goreng dalam bentuk kemasan jadi ke Kongo, tapi sangat baik juga bila di sana kita membuka investasi untuk pabrik refinery," ujarnya, akhir pekan lalu.
Mukti menambahkan, pembangunan pabrik pengolahan minyak
sawit ke Kongo cukup menjanjikan, sebab jumlah penduduk negeri ini lebih dari 80 juta jiwa. Selain itu, posisi Kongo yang strategis memudahkan pemasaran produk CPO atau minyak goreng ke negara-negara lain di Afrika.
Noverius Laoli
Sumber: Harian Kontan