TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) memulai proses budidaya
kelapa sawit di wilayah Kabupaten
Enrekang, Sulawesi Selatan.
Tanam perdana
kelapa sawit di unit kebun Maroangin, menjadi penanda utama hadirnya perkebunan
kelapa sawit di
Enrekang.
Bupati Enrekang, Muslimin Bando menilai program pengembangan budidaya kelapa sawit oleh PTPN XIV akan memberikan dampak positif bagi kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Muslimin berharap agar pembangunan pabrik pengolahan
kelapa sawit (PKS) di
Enrekang segera terealisasi, sebab keberadaanya akan menjadi sumber lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
"Daripada masyarakat
Enrekang merantau ke Malaysia, untuk jadi tenaga kerja perkebunan
kelapa sawit di sana, akan lebih baik jika bekerja di PKS yang dibangun oleh PTPN XIV, tanpa meninggalkan anak dan istri di kampung halaman,” ujar Muslimin.
Menyikapi hal itu, Direktur Utama
PTPN Group,
M Abdul Ghani mengupayakan realisasi pembangunan PKS pada 2023.
"Semoga tahun depan di Kabupaten
Enrekang bisa dilakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan PKS. Melalui prosedur yang telah ditetapkan, antara lain Studi Kelayakan oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan,” ujar Abdul Ghani.
Ghani mengungkapkan harapannya terkait pendirian pabrik PKS tersebut, di mana masyarakat yang terdampak keberadaan dan operasional pabrik PKS ini, tidak hanya penduduk Kabupaten Enrekang.
"Tapi Warga Kabupaten Pinrang dan wilayah sekitar Kabupaten akan merasakan dampak positif kehadiran pabrik PKS ini," ucapnya.
Sumber:
Tribunnews.com