Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, memastikan ketersediaan minyak goreng di wilayah Palembang dan sekitarnya dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Hal tersebut disampaikan saat ia melakukan kunjungan langsung ke pabrik produksi milik PT Indokarya Internusa pada 12 Februari 2026.
Dilansir dari situs RRI, dalam kunjungan tersebut Mendag menegaskan bahwa peningkatan produksi minyak goreng berdampak positif terhadap stabilitas pasokan di pasar tradisional. Kondisi ini dinilai penting untuk menjaga harga tetap terkendali sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi selama periode permintaan tinggi menjelang hari besar keagamaan.
Baca juga: Benarkan Masa Depan Industri Sawit Indonesia Terancam? Ini Alasannya!
Menurut Budi, hingga saat ini tidak terdapat kendala signifikan dalam ketersediaan bahan baku maupun kapasitas produksi. Pemerintah tetap melakukan langkah antisipatif agar distribusi berjalan lancar selama Ramadan.
Lebih lanjut ia juga menyoroti peluang peningkatan produksi minyak goreng kemasan ekonomis atau yang dikenal sebagai second brand. Produk ini dinilai mampu menjadi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan minyak goreng berkualitas dengan harga lebih terjangkau. Keberadaan minyak goreng second brand di pasar pun disebut semakin meluas dan dapat menjadi pelengkap program minyak goreng rakyat sebagai instrumen stabilisasi harga.
Sementara itu, Direktur PT Indokarya Internusa, Kanna, mengungkapkan bahwa pabriknya mampu memproduksi sekitar 72 ribu liter minyak goreng setiap hari, atau setara dengan kurang lebih 6 ribu dus produk kemasan.
Minyak goreng tersebut nantinya akan didistribusikan ke sejumlah wilayah di Sumatera bagian selatan, termasuk Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, dan Lampung. Sekitar 80 persen pasokan dipasarkan di Sumatera Selatan melalui jaringan distributor serta kerja sama dengan Perum Bulog.
Baca juga: Pungutan Ekspor Sawit Direvisi, Tarif Maksimal 12,5% dari Harga Referensi CPO
Selain memproduksi minyak goreng program pemerintah, perusahaan tersebut juga mengembangkan minyak goreng kemasan ekonomis dengan merek dagang sendiri. Langkah ini diharapkan dapat memperluas pilihan produk bagi konsumen sekaligus memperkuat stabilitas pasokan minyak goreng di wilayah Sumatera.
Dengan peningkatan produksi dan distribusi yang terus dijaga, pemerintah optimistis kebutuhan minyak goreng masyarakat tetap terpenuhi hingga periode Lebaran, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar domestik.
