Narasi sawit berkelanjutan yang dibawa oleh media dinilai sangat penting dalam membentuk pemahaman publik terhadap industri kelapa sawit, khususnya di tengah berbagai isu yang masih menyelimuti sektor strategis tersebut. Hal ini disampaikan Pimpinan Umum Sawitsetara.co, Eko Jaya Siallagan, dalam sebuah workshop bertema pembangunan narasi berimbang mengenai industri sawit di wilayah terdampak.
Dilansir dari Warta Ekonomi, kegiatan yang berlangsung pada Senin (16/2) itu digelar atas kolaborasi sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Badan Pengelola Dana Perkebunan dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia wilayah Sumatera Utara. Forum tersebut mempertemukan jurnalis, akademisi, pelaku industri, serta organisasi petani dalam satu ruang dialog terbuka.
Baca juga: Pungutan Ekspor Sawit Direvisi, Tarif Maksimal 12,5% dari Harga Referensi CPO
Dalam paparannya, Eko menilai bahwa pemberitaan mengenai sawit masih kerap menitikberatkan pada persoalan tanpa memberi ruang yang cukup bagi informasi mengenai upaya perbaikan tata kelola, mitigasi dampak, dan praktik keberlanjutan yang terus dijalankan pelaku industri. Ia menekankan bahwa media dapat membantu menghadirkan perspektif yang lebih utuh, sehingga masyarakat memperoleh gambaran yang seimbang.
Sementara itu, Ketua DPW Apkasindo Sumatera Utara, Gus Dalhari Harahap, menilai kegiatan tersebut penting untuk membangun persepsi publik yang lebih objektif terhadap industri sawit nasional. Menurutnya, berbagai persoalan lingkungan yang sering dikaitkan dengan perkebunan sawit perlu dilihat secara komprehensif dan berbasis data.
Ia mencontohkan isu banjir yang belakangan terjadi di sejumlah daerah di Sumatera Utara. Gus Dalhari menegaskan bahwa fenomena tersebut tidak bisa serta-merta disimpulkan sebagai dampak langsung perkebunan sawit, karena faktor alam seperti curah hujan ekstrem turut berperan besar.
Baca juga: Transformasi Pengelolaan Lahan Sawit Mendesak, Industri Diminta Bergerak Sebelum 2030
Lebih jauh, ia menambahkan bahwa industri sawit memiliki kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan kesejahteraan petani. Karena itu, ia berharap media dapat terus mengedepankan prinsip verifikasi dan keseimbangan dalam pemberitaan.
Melalui forum ini, para pihak berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara media dan industri, sehingga pengembangan sektor kelapa sawit ke depan dapat berlangsung secara transparan, akuntabel, serta berkelanjutan.
