Palm Oil Today

Jelang Ramadan 2026, Pemerintah Salurkan Bansos Beras dan Minyak Goreng untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan

19 Feb 2026

Jelang Ramadan 2026, Pemerintah Salurkan Bansos Beras dan Minyak Goreng untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan
Menjelang Ramadan 2026, pemerintah mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dengan menyalurkan bantuan sosial atau bansos beras dan minyak goreng kepada puluhan juta masyarakat. Program ini diharapkan mampu meredam lonjakan harga sekaligus memperkuat daya beli masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri. Melalui penugasan dari Badan Pangan Nasional, distribusi bantuan pangan dilakukan oleh Perum Bulog kepada sekitar 33,24 juta keluarga penerima manfaat selama Februari hingga Maret 2026. Dilansir dari Bisnis.com, setiap penerima akan mendapatkan bantuan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng untuk dua bulan. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga pangan di tengah meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan. Kepala Badan Pangan Nasional yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi tanpa memicu gejolak harga di pasar. Menurutnya, penyaluran bantuan pangan merupakan salah satu instrumen penting untuk menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga selama Ramadan. Untuk mendukung program tersebut, Bulog menyiapkan sekitar 664.800 ton beras serta 132.900 kiloliter minyak goreng dari cadangan yang tersedia. Pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp11,92 triliun guna memastikan distribusi bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran.

bansos beras dan minyak goreng

Data terbaru menunjukkan stok beras nasional yang dikelola Bulog mencapai lebih dari 3,5 juta ton, sebagian besar merupakan cadangan beras pemerintah. Sementara itu, stok minyak goreng di gudang Bulog juga masih mencukupi untuk menopang program bantuan serta kebutuhan stabilisasi harga di pasar. Selain bantuan pangan, pemerintah turut menyiapkan stimulus ekonomi tambahan berupa diskon tarif transportasi selama Ramadan dan Idulfitri 2026 dengan nilai anggaran lebih dari Rp900 miliar. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan kebijakan ini didasarkan pada pengalaman sebelumnya, di mana peningkatan mobilitas masyarakat saat libur panjang terbukti mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, terutama di sektor pariwisata, transportasi, dan konsumsi domestik. Dengan kombinasi bantuan pangan dan stimulus mobilitas, pemerintah berharap Ramadan dan Idulfitri 2026 tidak hanya berjalan lancar dari sisi pasokan pangan, tetapi juga mampu menjadi momentum penguatan pertumbuhan ekonomi nasional.