Harga CPO atau minyak kelapa sawit mentah mengalami anjlok dalam empat pekan terakhir. Hal ini disinyalir terjadi karena adanya kombinasi faktor eksternal yang melemahkan sentimen pasar.
Dilansir dari Investor.id, penurunan ini terjadi akibat lemahnya permintaan ekspor, adanya penguatan mata uang ringgit Malaysia,serta pergeseran konsumsi global di mana minyak nabati menjadi alternatif pilihan di tengah harganya yang lebih terjangkau.
Berdasarkan Bursa Malaysia Derivatives, kontrak berjangka CPO untuk Februari 2026 turun 25 ringgit Malaysia menjadi 3.978 ringgit per ton pada penutupan perdagangan Kamis (12/2/2026). Penurunan juga terjadi pada kontrak Maret 2026 yang melemah 25 ringgit ke level 4.010 ringgit per ton. Tren serupa berlanjut pada kontrak April hingga Juli 2026, dengan penurunan berkisar 24–38 ringgit Malaysia per ton.
Sedangkan dari data Trading View menunjukan bahwa kontrak berjangka untuk minyak kelapa sawit di Malaysia terus melemah dan berhasil bertahan di angka 4.050 ringgit per ton. Angka ini mendekati titik terendah dalam empat minggu terakhir.
Baca juga: Benarkan Masa Depan Industri Sawit Indonesia Terancam? Ini Alasannya!
Tekanan harga CPO juga datang dari melemahnya harga minyak nabati di bursa komoditas Dalian, serta penguatan ringgit yang membuat ekspor Malaysia menjadi relatif lebih mahal di pasar internasional. Selain itu, perubahan kebijakan energi di Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia turut memengaruhi sentimen. Penundaan ekspansi mandat biodiesel, di tengah indikasi peningkatan produksi dalam beberapa bulan ke depan, memicu kekhawatiran akan potensi kelebihan pasokan global.
Dari sisi perdagangan, data ekspor menunjukkan pelemahan signifikan. Perusahaan survei kargo melaporkan bahwa pengiriman minyak sawit Malaysia pada periode 1–10 Februari turun antara 10,5% hingga 14,3% dibandingkan bulan sebelumnya. Permintaan dari China juga diperkirakan melemah, karena pembeli beralih ke minyak kedelai dan kanola yang harganya lebih kompetitif.
Meski demikian, penurunan harga CPO tidak berlangsung lebih tajam karena adanya faktor penahan dari sisi pasokan. Data bulanan Malaysian Palm Oil Board menunjukkan bahwa persediaan minyak sawit Malaysia turun 7,7% pada Januari, seiring produksi yang merosot 13,8% menjelang periode Ramadan dan Idulfitri.
Di sisi lain, permintaan dari India memberikan dukungan terbatas terhadap harga. Impor minyak sawit negara tersebut melonjak sebesar 51% secara bulanan ke level tertinggi dalam empat bulan terakhir, setelah sebelumnya turun tajam pada Desember. Peningkatan ini terjadi karena kilang-kilang melakukan restocking untuk memenuhi kebutuhan konsumsi domestik.
Dari fenomena ini dapat dilihat bahwa pergerakan pasar global masih sangat dinamis tergantung dari perkembangan permintaan pasar, adanya kebijakan energi, dan kondisi negara-negara produsen penghasilnya.
Dari sisi perdagangan, data ekspor menunjukkan pelemahan signifikan. Perusahaan survei kargo melaporkan bahwa pengiriman minyak sawit Malaysia pada periode 1–10 Februari turun antara 10,5% hingga 14,3% dibandingkan bulan sebelumnya. Permintaan dari China juga diperkirakan melemah, karena pembeli beralih ke minyak kedelai dan kanola yang harganya lebih kompetitif.
Meski demikian, penurunan harga CPO tidak berlangsung lebih tajam karena adanya faktor penahan dari sisi pasokan. Data bulanan Malaysian Palm Oil Board menunjukkan bahwa persediaan minyak sawit Malaysia turun 7,7% pada Januari, seiring produksi yang merosot 13,8% menjelang periode Ramadan dan Idulfitri.
Di sisi lain, permintaan dari India memberikan dukungan terbatas terhadap harga. Impor minyak sawit negara tersebut melonjak sebesar 51% secara bulanan ke level tertinggi dalam empat bulan terakhir, setelah sebelumnya turun tajam pada Desember. Peningkatan ini terjadi karena kilang-kilang melakukan restocking untuk memenuhi kebutuhan konsumsi domestik.
Dari fenomena ini dapat dilihat bahwa pergerakan pasar global masih sangat dinamis tergantung dari perkembangan permintaan pasar, adanya kebijakan energi, dan kondisi negara-negara produsen penghasilnya.